Cara Menentukan Domain yang SEO - Inilah Tipsnya

Cara Menentukan Domain yang SEO – Inilah Tipsnya

Meskipun sudah banyak mencari tahu cara menentukan domain yang SEO tetapi seringkali kita masih mengalami kesulitan. Bila dijabarkan tentu ada banyak versi. Setiap versi penentuan domain ini tentu bukan semata – mata karena beda orang beda versi, tetapi lebih kepada kebutuhan. Meskipun begitu, secara umum memang dapat diterapkan. Lalu bagaimana menentukan domain yang SEO untuk web tipe blog.

Cara Menentukan Domain yang SEOPada pos kali ini, kami dari Agungnesia.com akan membagikan tips yang kami rasa cukup powerful untuk SEO. Tips ini secara khusus untuk memilih domain dengan web jenis blog. Apa maksudnya web jenis blog? yakni web fokus pada artikel content. Biasanya web tipe ini digunakan blog oleh publisher Adsense. Meskipun sebenarnya juga berlaku untuk bisnis, terutama yang memang mengecar SEO (Search engine optimisation).

Tips cara menentukan Domain yang SEO

Penentuan domain yang SEO bukan hanya sekedar mencari nama yang bagus,  sedangkan bagus bisa saja sangat subject. Oleh karena itu  memilih domain juga harus berdasar agar yang nantinya dibangun cepat rangking di Google. Selain itu, syukur – syukur nama domain juga muda diingat. Karena blog yang dibuat bukan semata – mata untuk mesin pencari, tetapi juga user friendly. Cara gampangnya adalah ramah untuk mesin dan ramah untuk manusia.

1. Keyword

Basis dari SEO adalah kata kunci, maka key success cara menentukan domain yang SEO adalah kata kunci. Jadi secara singkat gunakanlah kata kunci sebagai domain anda. Dengan menjadikan keyword sebagai domain maka kita sudah cukup menghemat tenaga, karena domain sudah cukup relevan dengan target keyword.

Cara mendapatkan kata kunci yang terbaik maka, kita bisa mendapatkanya dengan beberapa cara. Keyword bisa didapatkan dari suggest keyword dari hasil Google search dan keyword tools. Beberapa keyword tools yang cukup populer adalah Google Keyword Planner dan Keywordtools.io.

2. HPK keyword

Meskipun HPK (High paying keyword) di Indonesia seakan-akan sebuah keniscayaan tetapi tetap faktor ini harus dipertimbangkan. Setelah mendapatkan hasil dari keyword planner pilihlah kata kunci yang HPKnya tinggi. Terang saja, buat apa kita punya blog cukup ramai tapi HPKnya rendah, tentu akan buang waktu.

Walaupun ternyata HPK di dalam negeri tidak sebesar ekpektasi, tetapi paling tidak prosentase kemungkinan diklik (RKT Tayangan) cukup tinggi dibanding yang CPCnya rendah. Hal ini karena iklan yang tampil cukup relevan dalam arti meskipun tidak dapat HPK setidaknya CPCnya relevan.

3. 2 – 4 suku kata

Penggunaan kata kunci yang terlalu pendek tentu kurang mengigit. Selain terlalu general kemungkinan naiknya cukup sulit. Pasalnya sudah ada banyak web yang terindeks. Setidak – tidaknya adalah 2 suku kata. Apabila tidak tersedia 3 suku kata masih bagus. Tapi sebenarnya kalau empat suku kata sudah terlau panjang, tapi gak masalah kalau memang benar-benar tidak ada.

4. Ekstensi dot com

Ada banyak esktensi domainya yang ditawarkan. Bahkan semakin lama kayaknya semakin banyak jenisnya. Ekstensi domain yang paling populer adalah dot com. Oleh sebab itu domain ini paling yang saya sarankan. Meskipun beberapa sumber mengatakan bahwa ektensi lain tidak terlalu berpengaruh dimata mesin pencarin. Kalau mau pakai ekstensi yang lain, ekstensi dot net bisa dipertimbangkan.

5. Mudah diingat

Pastikan hanya menggunakan kaya kunci yang easy listening. Jangan telalu rumit dan terlalu subjective. Ingat sekali lagi adalah SEO. Sebenarnya kalau masih berdasarkan hasil research dan hpk pastinya hanya akan muncul keyword- keyword yang memang tidak rumit dan mudah diingat. Hal ini karena, kita juga berharap adanya returning visitor. Tentu domain yang simple akan lebih mudah diingat ketimbang yang terlalu cleneh.

Beberapa tips cara menentukan domain yang SEO diatas adalah perspektif saya sebagai seorang blogger dan web developer. Sobat bisa menggunakan semua tips diatas atau hanya menggunakan beberapa diantarnya. Karena memang semuanya tidak ada yang baku, tetapi setidaknya dapat menjadi acuan khusunya para publisher.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *







1
×
Tanyakan disni!